Pentingnya Konsep Product Life Cycle dalam Perusahaan

Published By: achmad.firdaus,   15 June 2022   whatsapp    27

Product life cycle merupakan salah satu hal yang diperhatikan oleh para pengusaha. Karena setiap produk yang ada pasti mempunyai product life cycle. Tidak ada yang abadi, termasuk juga produk. Tiap produk pasti mempunyai masa jaya hingga kemudian produk tersebut perlahan menurun atau bahkan tak terlihat lagi. Hal itu yang disebut dengan product life cycle.

Product life cycle atau yang dalam bahasa indonesia berarti siklus hidup produk. Product life cycle adalah siklus hidup dari produk ketika muncul, lalu berkembang, hingga kemudian menghilang dari pasar.

Siklus ini yang membantu para penghasil produk untuk menentukan strategi atau langkah apa yang harus diambil ke depannya. Dengan menganalisa product life cycle, kamu dapat mempersiapkan apa strategi pemasaran yang dapat digunakan.

Secara umum, ada 4 konsep tahapan dari product life cycle ini sendiri, yaitu:

1. Pengenalan

Ini adalah tahap di mana kamu mengenalkan produk kepada khalayak ramai. Tahap ini tentunya bagian product life cycle yang menegangkan. Karena pada tahap ini, kamu harus mengenalkan produk baru pada publik yang tidak mengenal produkmu.

Selain menegangkan, tahap ini bisa dibilang tahap di mana perusahaan harus mengeluarkan uang untuk membangun awareness publik pada produk tersebut. Jika produk tersebut terbilang baru, banyak biaya yang harus dikeluarkan sebagai bagian promosi agar para target pelanggan menyadari bahwa produk tersebut ada atau eksis.

2. Perkembangan

Jika tahap sebelumnya berjalan dengan baik, maka perkembangan akan terlihat. Jika tidak, maka perlu effort lebih pada tahap pengenalan agar konsumen dapat mengenal dengan baik produk tersebut. Pada tahap perkembangan ini, produk telah mendapat perhatian dari target pasar. Produk juga semakin banyak dikonsumsi oleh publik sehingga intensitas produksi dan keuntungan juga semakin meningkat.

Namun, muncul tantangan yang lebih besar. Keberhasilan produk yang sudah terbangun awareness-nya akan berbanding lurus dengan munculnya produk kompetitor. Di sinilah peran penting brand loyalty. Setelah awareness terbangun dengan baik, perusahaan perlu mengikat para konsumen yang sudah tertarik dengan produk. Pada tahap ini pula ekspansi produk perlu dilakukan agar meraih semakin banyak target pasar.

3. Pendewasaan

Tahap ini biasanya menjadi salah satu tahap yang bertahan paling lama pada suatu produk. Pada tahap ini, produk sudah diterima oleh target pasar yang dituju. Pada tahap ini, konsumsi publik pada produk tidak sebanyak sewaktu produk dalam tahap perkembangan. Konsumsi pada tahap ini biasanya lebih stabil dan konsisten.

Namun untuk menghindari penurunan, perusahaan biasanya menggunakan tahap ini untuk memberikan inovasi baru agar tetap eksis atau jika memungkinkan, meraih target pasar yang baru.

4. Penurunan

Tahap yang ditakutkan oleh semua perusahaan. Tapi ini merupakan tahap yang akan datang cepat atau lambat. Banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya tahap penurunan ini. Karena itu terkadang tahap ini tidak dapat diduga. Untuk menghindari penurunan yang lebih lanjut, perusahaan harus menerapkan strategi baru dalam menghadapi pasar yang kemungkinan juga telah berubah.

Setiap produk mempunyai product cycle life yang berbeda. Produk akan melewati product cycle life meskipun akan mengalami waktu yang berbeda. Banyak produk yang tetap statis pada proses pengenalan. Produk viral biasanya akan ada di tahap perkembangan di mana tiba-tiba akan ada konsumsi dengan jumlah yang tak jarang fantastis.

Kemudian sebagian besar produk yang ada merupakan produk dalam tahap pendewasaan. Biasanya produk dengan merek yang selalu kita gunakan. Sementara barang pada proses penurunan, akan lebih jarang terlihat karena produksi dan distribusinya sendiri sudah tidak semasif dulu.

Pada kenyataannya, product cycle life jauh lebih kompleks. Ada produk yang hanya mengalami product cycle life dalam beberapa bulan saja dan menghilang. Ada juga produk yang masih eksis hingga puluhan tahun. Product cycle life sendiri juga bergantung kepada pasar, sehingga ada beberapa faktor eksternal yang mempengaruhi product cycle life, yaitu.

  • Teknologi

Kemajuan teknologi merupakan sesuatu yang tak terelakkan. Apalagi untuk barang-barang elektronik. Pesatnya teknologi membuat produk-produk tidak lagi berlama-lama di tahap ini. Kemajuan teknologi pada produk tentunya bisa menggeser target pasar yang sebelumnya dituju.

Belum lagi penelitian ilmiah yang semakin maju dapat menemukan bahan baku baru yang bisa diolah menjadi produk yang baik atau justru bahan baku yang sering digunakan ternyata tidak baik atau justru buruk untuk dikonsumsi.

  • Ekonomi

Keadaan ekonomi tentunya akan berpengaruh besar terhadap tahap product cycle life. Keadaan ekonomi itu tentu akan sejalan dengan daya beli masyarakat.

Contohnya seperti masa pandemi ini. Daya beli masyarakat yang sempat menurun di awal pandemi berpengaruh pada produk non pokok. Masyarakat lebih fokus pada produk pokok sehingga para pengusaha harus memutar otak. Bahkan banyak produk yang memasuki tahap penurunan karena keadaan ekonomi pada pandemi.

  • Perubahan nilai

Setiap masa tentunya memegang nilai yang berbeda. Hal tersebut juga akan mempengaruhi product cycle life. Contohnya seperti lapisan masyarakat yang mulai mengkonsumsi sayuran karena menganggap memakan daging binatang itu kekerasan. Tentunya product cycle life dari daging akan mengalami perubahan dari sebelumnya.

  • Tren

Tren sendiri berubah dengan cepat, bahkan bisa berubah dalam hitungan bulan maupun tahun. Perubahan tren sendiri sangat dinamis jadi jika suatu produk dikeluarkan dengan menunggangi tren, tentunya kemungkinan besar product cycle life bergantung seberapa lama tren tersebut bertahan.

Contoh paling nyata mungkin di bagian fashion. Perkembangan fashion yang dinamis membuat produk yang tidak up-to-date akan terlihat kuno dan menurun nilai pasarnya.

  • Keadaan sosial dan politik

Keadaan ini tentu berpengaruh besar, apalagi jika bisnis perusahaan tersebut merupakan bisnis ekspor-impor. Keadaan politik antar negara yang memburuk bisa berakibat buruk pada product cycle life. Keadaan yang tak kunjung membaik akan membuat produk akan mengalami tahap penurunan dalam tempo yang cepat. Seperti karena embargo misalnya.

  • Persaingan

Persaingan merupakan salah satu faktor yang pasti ada dan tidak dapat dihindari. Persaingan akan selalu ada dan tergantung kepada perusahaan dengan apa cara menangani persaingan tersebut. Apalagi jika kompetitor bersaing dalam skala yang sama atau lebih besar. Saat itulah inovasi perlu dilakukan. Perbandingan produk juga perlu dianalisis agar bisa memaksimalkan potensial dan meningkatkan product cycle life.

Faktor yang bermacam-macam membuat para pengusaha harus berhati-hati sekali dalam menentukan strategi pemasaran agar produk yang dikeluarkan bisa mempunyai product cycle life yang panjang. Terlalu cepat puas akan menjadi bumerang untuk usia produk tersebut. Karena itu inovasi walaupun hanya minor akan lebih baik agar produk bisa terus bertahan dari macam-macam gempuran.

Nggak mesti perusahaan besar, kamu juga bisa menerapkan hal di atas agar product life cycle usaha kamu bisa terus berlanjut. Kamu juga bisa membuat interaksi dengan pelanggan jadi jauh lebih efisien dengan Kokatto. Fitur seperti mengirim email marketing terpadu, chatbot WhatsApp, pengelolaan pengiriman pesan ke pelanggan, dan lainnya ada di Kokatto.