Apa itu Marketing Mix dan Peran Pentingnya bagi Bisnis

Published By: achmad.firdaus,   13 July 2022   whatsapp    44

Apa itu marketing mix? Istilah yang cukup asing, tapi secara tidak langsung sebenarnya kamu sudah menerapkannya ke dalam aktivitas bisnis yang sedang dijalankan.

Istilah marketing mix sering kali muncul ketika kamu sedang membuat proposal business plan. Tanpa marketing mix yang jelas, biasanya business plan kamu akan ditolak.

Jadi, apa itu marketing mix? Simak selengkapnya melalui artikel ini.

Apa itu Marketing Mix?

Secara sederhana, marketing mix adalah metode, strategi, atau tools yang digunakan untuk mencapai target pasar yang pada akhirnya akan berpengaruh pada keuntungan.

Contohnya, ketika kamu menjual satu bungkus roti, hal-hal apa saja yang mempengaruhi proses pembuatan roti tersebut hingga terjual?

Pertama, kamu pasti meriset terlebih dahulu. Apa sih yang dibutuhkan orang-orang saat ini? Ternyata roti saat ini paling banyak gemari.

Kedua, setelah mantap ingin menjual roti, langkah selanjutnya adalah memilih bahan. Mana bahan terbaik adn murah untuk memproduksi satu roti, dan seterusnya.

Nah, rangkaian kejadian tersebut merupakan proses dari marketing mix.

Strategi Marketing Mix

Istilah marketing mix pertama kali muncul pada tahun 1950 melalui kuliah yang diisi oleh Neil Borden, seorang pakar pemasaran.

Kemudian apa yang dikatakan Borden, diterjemahkan oleh seorang ahli pemasaran juga yaitu E. Jerome McCarthy menjadi 4P marketing yang terdiri dari price, product, place, dan promotion.

Keempat elemen tersebut saling bersinggungan dan tidak terpisahkan antara satu dengan yang lainnya dalam hal memahami bisnis apa yang ingin dijalankan.

Belakangan, 4P dianggap sudah tidak relevan karena dalam berbisnis ada tiga faktor penting utama yaitu waktu, barang yang dijual, dan SDM-nya.

Sehingga terciptalah 7P yang merupakan tambahan dari Physical evidence, process dan person.

Lalu apa saja 7P yang dimaksud ke dalam marketing mix?

1. Product

Product merupakan poin paling penting dalam marketing mix. Product yang dimaksud adalah barang maupun jasa. Tanpa adanya produk, apa yang akan kamu jual?

Ada dua poin penting yang kamu perlu perhatikan ketika melakukan analisis marketing mix pada produk. Pertama, pastikan kamu menjual apa yang orang-orang butuhkan

Ketika orang butuh, dan kamu menyediakan produk yang mereka butuhkan, otomatis, orang-orang tersebut menjadi pelanggan kamu. Dengan kata lain, produk yang kamu jual memilki pasarnya.

Kedua, produk yang kamu jual memiliki nilai perbedaan dibanding produk lain. Tidak bisa dipungkiri, ketika kamu masuk ke dalam pasar, pasti ada persaingan. Agar produk kamu dikenal setidaknya, buatlah nilai pembeda.

Selain dua poin tadi, analisis marketing mix pada produk juga meliputi proses kreatif pembentukan produk, proses pembuatan produk, apa saja yang dibutuhkan untuk menciptakan produk tersebut, hingga jangka waktu penggunaan produk.

2. Price

Poin yang juga tidak kalah penting adalah price atau harga. Unsur marketing mix satu ini memastikan produk kamu bisa diakses atau dibeli oleh konsumen. Price akan mempengaruhi jumlah penjualan dan keseluruhan keuntungan bisnis kamu.

Baik itu dengan membuat harga yang murah atau harga yang tinggi dengan menaikkan kualitas produk. Dengan kata lain harga dibentuk berdasarkan persepsi konsumen terhadap nilai atau kualitas produk.

Jadi, sebelum kamu menentukan harga, pastikan kamu sudah memiliki produk yang akan dijual. Sehingga kamu bisa memperhitungkan berapa harga yang affordable bagi konsumen.

Contoh, apabila kamu menjual bahan pokok, maka semakin sulit kamu menaikkan harga setinggi-tingginya. Sebaliknya, apabila kamu menjual produk yang memiliki nilai langka (scarcity) dan bernilai, kamu bisa menaikkan harga sesuai dengan value produk tersebut.

Intinya, ada beberapa faktor ketika kamu menentukan harga yaitu; seberapa bernilai produk kamu, bandingkan dengan pasar, dan ketersediaan produk yang kamu miliki.

Baca juga: Pengertian Market Share, dari Cara Hingga Strategi

3. Place

Sama halnya pasar, ketika membangun bisnis kamu membutuhkan tempat untuk bertransaksi. Kamu harus menyediakan wadah agar produk bisa dilihat, dicoba, atau adanya tempat transaksi. Itu lah yang disebut dengan place dalam marketing mix.

Jangan salah, place juga membentuk model bisnis kamu. Misalnya, bisnis online cenderung memiliki biaya yang lebih sedikit dibanding kamu menjual barang di toko.

Ketika menganalisis tempat atau place, pastikan kamu mengetahui konsumen mu lebih banyak berada di lokasi apa. Apakah online, social media tertentu, marketplace, atau tempat-tempat tertentu seperti mall, jalan raya, komplek, dan sebagainya.

4. Promotion

Setelah kamu memiliki produk, harga, dan tempat, kini saatnya kamu menjual produk kamu. Promosi sendiri adalah bagaimana kamu bisa menjangkau konsumen.

Promosi juga tentang bagaimana kamu memperkenalkan produk yang kamu miliki. Promosi yang efektif membutuhkan riset pasar yang intensif mulai dari kanal promosi hingga alat apa yang akan digunakan.

Misalnya, saat ini ada dua model promosi yaitu konvensional dan digital. Dimana keduanya memiliki kanal, matriks, dan tools yang berbeda.

Baca juga: Mengenal Direct Marketing, Mulai dari Fungsi dan Jenisnya

5. Physical evidence

Marketing mix tambahan lainnya adalah bukti fisik atau physical evidence. Namun jangan salah ini tidak hanya untuk produk yang tangible atau bisa dilihat. Namun produk yang intangible seperti layanan.

Contoh physical evidence baik yang dimiliki oleh bisnis produk maupun layanan adalah kantor perusahaan, bukti legalitas, atau signage. Sedangkan produk yang tangible misalnya, packaging, toko, warna, bahkan ambience toko.

6. Process

Semakin berkembangnya teknologi, proses atau workflow menjadi faktor penting dalam melakukan analisis marketing mix.

Proses yang dimaksud adalah bagaimana produk yang kamu buat bisa tersampaikan kepada konsumen.

Contohnya, berapa jumlah pesanan yang bisa diterima dalam satu waktu, berapa lama waktu pengiriman produk, hingga siapa saja pihak-pihak yang terlibat dalam proses produksi.

Dengan adanya proses, sebuah unit bisnis bisa menciptakan standar dan mempertahankan nilai produk yang kamu jual.

Selain itu, proses bisnis itu bersifat fleksibel. Itu artinya proses bisnis bisa disesuaikan atau dipersonalisasikan sesuai dengan kebutuhan pasar. Misal, ketika proses pesanan membludak, kamu bisa menggunakan chatbot Whatsapp untuk melayani konsumen.

Baca juga: Tips dan Trik Cara Broadcast Whatsapp secara Efisien

7. People

Sebuah bisnis tidak akan berjalan tanpa ada sumber daya manusia di dalamnya. Termasuk kamu sendiri yang menjalankan usaha.

People adalah pihak-pihak manusia atau orang yang terlibat ke dalam seluruh proses operasional usaha kamu yang sekaligus berkontribusi dalam menyampaikan brand message kepada konsumen.

Contoh people dalam strategi marketing mix adalah pelatihan karyawan mulai dari sikap dan skill, proses rekrutmen, hingga pengembangan profesional.

Kamu juga perlu ingat bahwa selain produk yang kamu jual, karyawan atau orang-orang di balik usahamu mampu menciptakan persepsi nilai produk atau brand di mata konsumen.

Nah itulah penjelasan singkat mengenai apa itu marketing mix. Strategi ni penting ada dalam perencanaan bisnis kamu sebagai guide, outline, atau panduan untuk menyusun strategi bisnis keseluruhan.

Tadi juga sempat disinggung mengenai chatbot Whatsapp yang mampu mendukung proses bisnis kamu menjadi lebih baik. Kamu bisa menggunakan Kokatto sebagai tools untuk mempermudah proses komunikasi dengan konsumen.

Kokatto memiliki beberapa layanan produk mulai dari chatbot assistant Whatsapp, notifikasi, Interactive Voice Response yaitu rekaman suara berulang yang bisa kamu gunakan untuk berkomunikasi dengan konsumen.

Tertarik dengan Kokatto? Yuk, cari tahu produk-produknya disini!