Pahami Marketing Funnel untuk Tingkatkan Penjualanmu

Published By: Jufri,   06 June 2022   whatsapp    94

Dalam strategi pemasaran usaha atau bisnis, memahami marketing funnel sangat penting. Dengan memahami marketing funnel, kamu bisa memaksimalkan setiap tahapan yang dilalui oleh calon pelanggan sebelum melakukan transaksi atau pembelian pada usaha atau bisnismu. Dengan begitu, kamu bisa merancang strategi yang tepat pada setiap tahapannya untuk memaksimalkan konversi yang diharapkan. Biar lebih paham, simak bahasan lebih lanjut tentang marketing funnel di bawah ini, yuk!

Mungkin kamu sudah tahu tentang pemasaran atau marketing, tapi bagaimana dengan marketing funnel? Secara singkat, marketing funnel adalah konsep atau cara untuk menjelaskan beberapa tahapan yang dilalui oleh calon pelanggan sebelum akhirnya melakukan transaksi atau pembelian. Tahapan-tahapan dalam marketing funnel mencakup semuanya, mulai dari awal (awareness) hingga saat mereka memutuskan untuk membeli produk atau layanan yang kamu tawarkan sehingga menjadi pelanggan. Tahapan dalam marketing funnel juga umumnya disebut sebagai customer journey.

Apa itu Marketing Funnel?

Jika dicontohkan, ketika bisnismu menjual suatu barang, maka konsep marketing funnel akan bisa menjelaskan tahapan dari kali pertama audiens kamu mengetahui informasi tentang barang tersebut dari konten media sosial misalnya, hingga akhirnya berhasil menarik perhatian mereka untuk melakukan transaksi atau pembelian dan menjadi pelanggan.

Dengan marketing funnel, setiap tahapan dan pertimbangan setiap audiens hingga menjadi pelanggan dapat lebih mudah dipahami dan dievaluasi. Selain itu, kamu jadi bisa menyesuaikan dan merancang strategi pada setiap tahapannya sesuai dengan target yang ingin dicapai. Jadi, strategi tersebut bisa lebih efektif dan efisien karena berdasarkan evaluasi terhadap customer journey pada setiap tahapannya.


Tidak hanya penting, mengamati dan memahami marketing funnel juga memiliki beberapa manfaat untuk memaksimalkan penjualan usaha atau bisnismu, lho! Berikut beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan jika kamu memahami marketing funnel usahamu:

Secara umum, tahapan dalam marketing funnel dikategorikan berdasarkan model AIDA. Dalam model AIDA, customer journey dari interaksi awal hingga konversi (akhir) dibagi menjadi empat tahap yaitu Awareness, Interest, Desire, Action (AIDA). Agar lebih paham, berikut penjelasannya:
Dalam tahapan pertama marketing funnel ini, orang-orang atau audiens baru di tahap mulai mengetahui produk, brand atau usaha milikmu. Banyak cara atau sumber interaksi awal audiens mengetahui usahamu, mulai dari artikel blog, iklan di Facebook atau Instagram, rekomendasi dari teman atau pelanggan lain, dan lainnya.

Manfaat dari Memahami Marketing Funnel dalam Berbisnis

  • Memudahkan kamu mencari tahu area atau tahapan customer journey mana yang perlu ditingkatkan. Jadi, kamu bisa tahu tahap mana ini yang biasanya kehilangan calon pelanggan dan kamu bisa mengubah strategi untuk mengantisipasi hal itu terjadi lagi.
  • Membantu kamu dalam mengumpulkan data dan evaluasi perilaku calon pelanggan dalam setiap tahapan.
  • Berdasarkan informasi dari perilaku calon pelanggan di setiap tahapan, kamu jadi bisa menyesuaikan jenis konten dan strategi yang relevan dengan keadaan dan kebutuhan pelanggan di setiap tahapannya. Dengan begitu, kamu jadi bisa meningkatkan penjualanmu.
  • Evaluasi di setiap tahapan marketing funnel juga menjadi pertimbangan untuk penganggaran atau alokasi budget yang lebih efisien untuk strategi marketing ke depannya.

Tahapan Umum dalam Marketing Funnel

Awareness

Tujuan utama atau fokus dalam customer journey di tahap ini adalah memperkenalkan produk dan usaha kamu kepada target audiens dengan cara menarik perhatian dan menjangkau sebanyak mungkin orang. Evaluasi pada tahapan ini biasanya diamati dari jumlah leads yang kemudian bisa diarahkan ke tahapan marketing funnel berikutnya. Strategi pemasaran yang umumnya digunakan pada tahap ini adalah konten atau artikel SEO, influencer marketing, hingga advertising baik secara konvensional maupun digital.


Setelah melewati beberapa tahapan customer journey, pelanggan akhirnya masuk di tahap terakhir ini ketika rasa ingin dari pelanggan berhasil menjadi tindakan berupa transaksi atau pembelian produk atau jasa usahamu. Dalam tahapan marketing funnel ini, semua strategi pemasaran yang disampaikan biasanya menimbulkan rasa urgensi untuk mendorong calon pelanggan mengambil tindakan yang mengubah mereka menjadi pelanggan.

Interest

Setelah mengetahui dan ‘kenal’ dengan produk dan usahamu, jika audiens tersebut mulai tertarik, maka customer journey masuk ke dalam marketing funnel tahap ini. Dalam tahap interest, audiens yang tertarik mulai ingin mengetahui lebih jauh tentang brand atau produk kamu dan mulai mempertimbangkan dan membandingkan produk kamu dengan kompetitor lainnya. Fokus dari strategi pemasaran dalam tahap ini adalah memastikan audiens tahu tentang manfaat dan keunggulan dari produk atau usahamu dibandingkan kompetitor. Strategi pemasaran yang umumnya diunggulkan pada tahap ini adalah ulasan produk, ulasan pelanggan, dan konten product knowledge lainnya.

Desire

Jika audiens yang menjadi calon pelanggan benar-benar mulai menginginkan produk atau layanan dari usahamu, tandanya calon pelanggan tersebut sudah memasuki tahapan marketing funnel ini. Bukan cuma sekadar menginginkan, tetapi pada tahap ini calon pelanggan berniat melakukan transaksi atau pembelian. Ketika calon pelanggan sudah memasuki tahap ini, fokus strategi yang harus dilakukan adalah memberikan dorongan agar mereka menginginkan produk atau layanan usahamu daripada kompetitor lainnya. Strategi pemasaran pada tahap desire umumnya sama dengan strategi yang dilakukan pada tahap interest karena terkadang kedua tahapan ini terjadi beriringan.

Action

Pada tahapan action, kamu harus benar-benar meyakinkan calon pelanggan untuk melakukan tindakan pembelian. Selain rasa urgensi, kemudahan bagi pelanggan melakukan transaksi atau pembelian juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan di tahap ini. Beberapa strategi yang biasa digunakan untuk meningkatkan konversi pada tahap ini adalah menambahkan CTA (click-to-action), pemberian trial, hingga penawaran diskon terbatas.

Walaupun kini kamu sudah memahami tentang marketing funnel, tapi perlu diketahui bahwa model AIDA adalah salah satu model yang sering digunakan dalam mengkategorikan marketing funnel. Terdapat berbagai konsep atau model lain yang bisa digunakan untuk mengkategorikan marketing funnel dengan lebih detail dan spesifik, seperti Awareness-Consideration-Purchase-Retention-Advocacy atau bahkan yang lebih mendalam lagi ke tahapan evaluation dan loyalty. Oleh karena itu, pastikan untuk meninjau kembali customer journey pada usahamu agar kamu bisa menggunakan konsep atau model marketing funnel yang lebih tepat.

Nah, setelah penjelasan di atas, kamu jadi paham kan pentingnya memahami marketing funnel? Jika merasa strategi pemasaran untuk mengoptimalkan marketing funnel usahamu sulit untuk kamu kelola sendiri, ada teknologi yang bisa membantumu lho, yaitu Kokatto. Dengan Kokatto, kamu bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi komunikasi otomatis untuk membantu operasional bisnismu khususnya memaksimalkan marketing funnel, mulai dari fitur pengiriman email marketing terpadu, chatbot WhatsApp dan pengelolaan pengiriman pesan ke seluruh pelanggan, dan lainnya. Cari tahu keunggulan Kokatto lainnya di sini, ya!