Mengapa Skill Decision Making adalah Skill Berharga?

Published By: achmad.firdaus,   15 June 2022   whatsapp    37

Apakah decision making adalah sebuah skill yang penting? Jawabannya adalah ya. Kemampuan kamu dalam decision making adalah yang akan membantumu saat memutuskan pilihan. Hidup pada dasarnya juga merupakan hasil dari rangkaian pilihan yang dijalani. Tiap pilihan juga mempunyai konsekuensinya masing-masing.

Karena itu, keputusan yang diambil juga harus dipikirkan masak-masak. Karena efeknya bukan hanya pada kamu seorang, namun juga orang-orang terdekat.

Memilih jurusan saat sekolah atau kuliah misalnya. Hal itu bukan hanya sekedar pilihan asal. Jurusan yang kamu pilih saat sekolah akan menentukan bagaimana nilaimu. Selanjutnya akan berpengaruh pada pilihan jurusan saat kuliah. Jurusan saat kuliah yang bisa berpengaruh pada pekerjaanmu setelah lulus nanti.

Karena itu sebaiknya memang pilihan seperti itu ditentukan oleh sendiri. Terkadang masih banyak orang tua yang memaksakan kehendaknya. Tapi lebih baik anak yang menentukan tentunya dengan bimbingan orang tua. Dengan begitu, ia akan mempunyai rasa tanggung jawab atas pilihan yang ditentukan. Dengan mempunyai rasa tanggung jawab, ia akan berusaha keras agar pilihan yang ia pilih tidaklah salah.

Skill decision making adalah skill berharga untuk hidup. Bahkan hal-hal yang dilakukan sehari-hari juga dipenuhi pengambilan keputusan. Pilihan-pilihan seperti saat belanja, atau membeli makan, hingga menabung.

Entah anda sadari atau tidak, skill decision making adalah buah dari keputusan-keputusan yang dilakukan. Dalam waktu yang singkat, kamu memikirkan untung dan rugi untuk membeli sesuatu dan mana yang lebih menguntungkan buat kamu.

Decision Making Adalah Apa?

Tapi apa sebenarnya decision making itu? Decision making adalah tindakan pengambilan keputusan yang diambil dari beberapa pilihan melalui serangkaian pemikiran. Tentunya hasil yang diinginkan dari decision making adalah untuk hasil yang terbaik.

Dan tentunya penting sekali untuk selalu berpikir objektif, apalagi dalam dunia profesional. Karena keputusan yang diambil, bukan hanya berpengaruh pada diri sendiri, maupun team, tapi nama perusahaan. Bukan seperti memilih tempat makan saat kencan, yang sebenarnya terkadang adalah keputusan sulit.

Tapi pada konteks dunia kerja, memiliki skill decision making adalah hal yang akan nantinya menentukan masa depan. Proses decision making adalah proses yang tidak sebentar. Keputusan diambil setelah berkonsultasi dengan tim dengan pertimbangan dan konsekuensi yang sudah dipikirkan secara matang dan siap dipertanggungjawabkan.

Keputusan tersebut juga diambil secara objektif untuk kebaikan perusahaan dengan dasar tertentu. Hal-hal yang dibutuhkan dalam decision making adalah:

1. Kepemimpinan

Seseorang sebaiknya mempunyai jiwa kepemimpinan untuk mengambil keputusan. Seseorang juga tidak perlu menjadi pemimpin terlebih dahulu. Tapi dengan menjaga hubungan baik dengan rekan kerja dan juga memahami pola pikir rekan tim, akan lebih mudah untuk mencapai kesepakatan dalam mengambil keputusan. Jadi bahkan sebelum kamu ditunjuk menjadi lead suatu proyek, kamu harus sering bekerja sama dengan kolega agar terbentuk kerjasama yang akan berpengaruh besar dalam pengambilan keputusan.

2. Kerjasama

Kerjasama sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan. Karena proyek tertentu bisa saja juga meliputi divisi yang tidak kamu kuasai. Karena itu penting untuk selalu mempunyai hubungan yang harmonis agar terjalin kerjasama yang baik sebagai dasar pengambilan keputusan.

3. Pertimbangan

Pastikan kamu sudah memikirkan output yang akan terjadi dengan keputusan yang kamu ambil. Sebelum keputusan itu terjadi, pikirkan berulang kali dan telusuri pilihan yang ada. Setiap pilihan tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pastikan keputusan tersebut lahir dari intensi yang objektif serta berguna bagi perusahaan.

4. Faktual

Salah satu hal penting dalam mengambil keputusan. Pastikan yang kamu jadikan pertimbangan adalah fakta yang terlihat dan terbukti. Jangan mengambil keputusan karena rumor, entah itu baik maupun buruk. Ambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia.

5. Intuisi

Salah satu yang diperlukan dalam decision making adalah insting. Insting yang dimaksud bukan sekedar naluri yang kuat. Yang dimaksud adalah intuisi yang terbentuk berkat pengalaman dan juga pekerjaan yang kamu lakukan sehari-hari. Dengan intuisi yang kuat, kamu bisa memikirkan kemungkinan output yang akan terjadi dengan setiap keputusan yang kamu ambil.

6. Rasional

Apapun pilihan yang dihadapkan pada kamu, kamu harus selalu rasional. Jika ada pilihan yang menarik tapi tidak masuk akal sebaiknya dipertimbangkan kembali. Kamu harus selalu rasional dalam mengambil keputusan. Pastikan keputusan yang kamu ambil benar-benar dipikirkan secara logis.

Pengambilan keputusan juga tidak bisa terburu-buru. Keputusan yang baik bisa diambil setelah memperhitungkan berbagai kemungkinan yang ada. Keputusan harus diambil melalui proses-proses terlebih dahulu. Contoh proses decision making adalah sebagai berikut:

Tentukan masalah. Langkah pertama adalah menentukan masalah yang terjadi. Sebelum mengambil keputusan, penting untuk mencari tahu inti masalah dari hal terkait. Setelah kamu menemukannya, kamu bisa mencari tahu data yang perlu kamu gali untuk membantu kamu dalam mengambil keputusan di akhir.

1. Kumpulkan data yang relevan

Data-data yang relevan dalam decision making adalah pendukung paling baik dalam pengambilan keputusan. Kamu bisa mengumpulkan data dari berbagai sumber, maupun dengan bertanya.

2. Kumpulkan berbagai keputusan

Setelah mendapatkan data yang bisa mendukung pengambilan keputusan, kamu harus mengumpulkan berbagai keputusan. Jangan hanya terpaku pada satu keputusan karena keputusan tersebut belum tentu tanpa cela. keputusan yang baik bagi beberapa belum tentu dapat memuaskan sebagai yang lain. Karena itu, mengumpulkan berbagai keputusan saat decision making adalah penting.

3. Bedah keputusan

Dari beberapa keputusan yang telah kamu temukan, bedah kekuatan dan kelemahan dari setiap keputusan. Karena tidak ada keputusan yang benar-benar sempurna dan tujuan dari decision making adalah menemukan keputusan terbaik yang ada. Diskusikan dengan tim terkait tentang pro dan kontra terhadap keputusan tersebut. Pastikan keputusan yang dipilih tidak merugikan atau mempunyai kelemahan paling sedikit. Bahkan jika memungkinkan, temukan keputusan baru dari gabungan keputusan-keputusan yang sudah ada.

4. Aplikasikan keputusan

Jika sudah menemukan keputusan, pastikan keputusan yang ditemukan melalui decision making adalah keputusan terbaik.. aplikasikan keputusan tersebut pada masalah yang sudah dirumuskan. Percayalah dengan keputusan tersebut apalagi karena keputusan tersebut diambil dengan berbagai data dan bekerja sama dengan tim. Kamu juga bisa terus memantau keputusan yang kamu ambil.

5. Review keputusan

Kamu bisa mengawasi keputusan yang sudah kamu ambil. Jika memungkinkan, kamu bisa mengubah keputusan sesuai keadaan yang dibutuhkan. Jika keputusan tidak bisa diubah dan hasilnya tidak sesuai ekspektasi, kamu tidak perlu khawatir. Kamu bisa mempelajari keputusan tersebut. keputusan tersebut dapat menjadi pelajaran berharga kedepannya. Salah satu bekal yang berharga untuk decision making adalah pengalaman.

Kesempatan untuk decision making adalah kesempatan berharga. Kalau kamu sudah berhati-hati dalam mengambil keputusan, jangan disesali. Apalagi jika kamu sudah melalui proses yang rumit. Karena setiap keputusan selalu ada konsekuensinya.

Jika kamu mempunyai keputusan untuk membuat interaksi dengan pelanggan jadi jauh lebih efisien, kamu bisa menggunakan Kokatto. Fitur seperti mengirim email marketing terpadu, chatbot WhatsApp, pengelolaan pengiriman pesan ke pelanggan, dan lainnya ada di Kokatto.