Antisipasi Modus Penipuan OTP dan Tingkatkan Sistem Keamanan Layanan

Published By: elever,   20 May 2020   ivr    9

One Time Password (OTP) merupakan sebuah kode yang digunakan sebagai bentuk verifikasi. Penggunaan service OTP sendiri identik dengan transaksi online. Di mana pihak bank atau perusahaan dompet digital akan mengirimkan sebuah kode OTP setiap kali kamu akan melakukan transaksi. Kode OTP biasanya akan dikirimkan melalui SMS atau email. OTP hanya berlaku untuk satu kali penggunaan saja dengan dilengkapi batasan waktu. Umumnya kode OTP hanya berlaku selama kurang lebih 5 menit. Jika batas waktu tersebut telah berakhir, kode OTP sudah tidak bisa lagi digunakan. Kamu perlu kembali meminta kode OTP yang baru untuk menyelesaikan transaksi. Adanya batasan waktu tersebut akan membuat penggunaan kode OTP lebih aman dan tidak akan disalahgunakan oleh oknum tertentu.

Kode OTP memiliki sifat yang sangat rahasia. Nasabah tidak diperbolehkan memberikan informasi mengenai kode OTP kepada siapapun. Baik itu kepada keluarga, kerabat dekat, atau bahkan pihak bank sekalipun. Memberikan informasi mengenai kode OTP secara terang-terangan hanya akan meningkatkan risiko terjadinya kasus pencurian online. Bahkan, setiap tahunnya modus penipuan OTP yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab terus mengalami peningkatan, lho

Salah satu modus penipuan OTP yang paling populer yakni modus social engineering. Di mana dalam kurun waktu satu tahun terdapat ribuan kasus pencurian online yang menggunakan modus satu ini. Melalui modus social engineering, para pelaku pencurian akan berusaha mempengaruhi psikologi korban dengan membuatnya merasa begitu panik. Kepanikan tersebut membuat korban tidak bisa berpikir jernih sehingga memutuskan untuk memberikan informasi mengenai kode OTP yang dimiliki. Tidak jarang, pelaku juga akan membuat korban mengikuti setiap instruksi yang diminta dengan tujuan melakukan pembobolan dan pencurian akun. Salah satu instruksi yang seringkali diberikan yakni permintaan untuk mengirimkan sejumlah uang dengan cara transfer.

Tidak hanya menyasar masyarakat biasa saja, beberapa modus social engineering juga telah menjadikan para public figure sebagai korbannya, lho. Hal ini menunjukkan bahwa siapa saja bisa menjadi korban dari modus pencurian melalui kode OTP. Untuk itu, sebagai orang yang seringkali melakukan transaksi secara online, nasabah perlu selalu waspada terhadap adanya modus social engineering ini.

Untuk mengurangi keberhasilan dari modus social engineering ini, beberapa perusahaan telah menetapkan multi-factor authentication. Penerapan sistem keamanan satu ini menggunakan teknologi berbasis data biometrik. Di mana dibutuhkan adanya sidik jari atau pemindai retina mata untuk menjaga keamanan akun yang dimiliki. Penerapan sistem keamanan tersebut, diklaim mampu mencegah nasabah untuk menjadi korban dari modus social engineering ini.

Sebagai pemilik usaha, kamu wajib selalu memperhatikan sistem keamanan dari layanan yang dimiliki. Dengan demikian, hal tersebut akan membuat para nasabah atau konsumen tidak lagi was-was setiap kali akan melakukan transaksi. Kamu yang belum menerapkan sistem keamanan berbasis data biometrik bisa menjadikannya sebagai salah satu alternatif untuk melindungi akun nasabah dari tindak pencurian.

Apabila kamu masih kebingungan dalam meningkatkan sistem keamanan layanan, kini kamu bisa mengajukan kerjasama dengan Kokatto. Perusahaan satu ini juga merupakan vendor OTP terbaik dan terpercaya yang ada di Indonesia. Alih-alih mengirimkan kode OTP melalui SMS atau email, kode OTP kini akan diberikan melalui adanya panggilan telepon. Hal tersebut tentu akan meningkatkan keamanan dalam penggunaan OTP. Kamu juga bisa mengunjungi laman Kokatto untuk mengetahui lebih detail mengenai layanan apa saja yang ditawarkan perusahaan satu ini!

Related Post